Oleh :
Misbahudin
Ibnu
Taimiyyah dalam kitab siasah syariyyah,
beliau membagi empat jenis manusa kepada empat golongan manusia.
Pertama, orang yang selalu ingin lebih diatas
manusia yang lain dan gemar berbuat kerusakan di muka bumi dengan bermaksiat kepada
Allah. Mereka adalah raja-raja dan para penguasa yang suka berbuat kerusakan, seperti Fir’aun
dan bala tentaranya. Mereka adalah seburuk-buruknya mahluk.
Allah Berfirman,
¨bÎ) cöqtãöÏù xtã Îû ÇÚöF{$# @yèy_ur $ygn=÷dr& $YèuÏ© ß#ÏèôÒtGó¡o Zpxÿͬ!$sÛ öNåk÷]ÏiB ßxÎn/xã öNèduä!$oYö/r& ¾ÄÓ÷ÕtGó¡our öNèduä!$|¡ÏR 4
¼çm¯RÎ) c%x. z`ÏB tûïÏÅ¡øÿßJø9$# ÇÍÈ
“ Sesungguhnya
Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya
berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak
laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya
Fir'aun Termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS.
Al-Qashash : 4)
Muslim meriwatkan dalam kitab shahihnya dari Ibnu Mas’ud ia
berkata, RasuluLlah bersabda’
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَدْخُلُ
الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ
إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً.
قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ
النَّاسِ.
Dari Abdullah bin Mas’ûd, dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam
hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya
bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi
wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan.
Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. [HR. Muslim,
no. 2749]
Kedua, orang yang hanya ingin berbuat kerusakan tapi tidak menyombongkan diri. Contohnya, para pencuri dari kalangan para penjahat dan manusia-manusia rendahan.
Ketiga, orang yang ingin menyombongkan
dirinya tapi tidak ingin berbuat kerusakan, seperti orang-orang yang punya
kelebihan di bidang agama yang ingin merasa lebih tinggi di atas orang lain
atau manusia yang memiliki lebihan-kelebihan dalam bidang yang lain yang tidak
dimiliki orang kebanyakan.
Keempat, orang-orang yang kelak akan menjadi
penduduk surga. Yakni mereka tidak ingin menyombongkan diri di muka bumi, tidak
pula ingin berbuat kerusakan, meskipun sebenarnya mereka punya kedudukan yang
tinggi di atas orang lain.
Allah berfirman
çmø?y$oYsù èps3Í´¯»n=yJø9$# uqèdur ÖNͬ!$s% Ìj?|Áã Îû É>#tósÏJø9$# ¨br& ©!$# x8çÅe³u;ã 4ÓzósuÎ/ $P%Ïd|ÁãB 7pyJÎ=s3Î/ z`ÏiB «!$# #YÍhyur #YqÝÁymur $wÎ;tRur z`ÏiB tûüÅsÎ=»¢Á9$# ÇÌÒÈ
“Kemudian
Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat
di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan
kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat[193] (yang datang)
dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi
Termasuk keturunan orang-orang saleh". (QS. Ali-Imran : 139)
xsù (#qãZÎgs? (#þqããôs?ur n<Î) ÉOù=¡¡9$# ÞOçFRr&ur tböqn=ôãF{$# ª!$#ur öNä3yètB `s9ur óOä.uÏIt öNä3n=»uHùår& ÇÌÎÈ
“Janganlah
kamu lemah dan minta damai Padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu
dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu “. (QS.
Muhammad : 35)
tbqä9qà)t ûÈõs9 !$oY÷èy_§ n<Î) ÏpoYÏyJø9$# Æy_Ì÷ãs9 tãF{$# $pk÷]ÏB ¤AsF{$# 4
¬!ur äo¨Ïèø9$# ¾Ï&Î!qßtÏ9ur úüÏZÏB÷sßJù=Ï9ur £`Å3»s9ur úüÉ)Ïÿ»oYßJø9$# w tbqßJn=ôèt ÇÑÈ
“Mereka
berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar
orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya."
Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang
mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (QS.
Al-Munafiqun : 8)
Betapa banyak orang yang menginginkan
kedudukan yang tinggi tapi tidak
bertambah selain mendapatkan kedudukan yang rendah. Betapa banyak pula orang
yang diangkat derajatnya di tempat tertinggi padahal dia ingin tidak meninggikan diri dan tidak mau
berbuat kerusakan.
Mereka seperti itu karena keinginan
mereka menjadi tertinggi di atas orang
lain adalah kedzaliman. Pada dasarnya manusia
itu satu jenis, ketika seorang ingin menjadi yang tertinggi di atas yang
lain maka itu adalah kedzaliman.
Disamping itu, dzalim juga membuat orang lain
membenci dan memusuhinya. Jika diantara mereka
ada yang berkepribadian lurus tentu
dia tidak akan rela menjadi tertindas. Jika diantara mereka ada yang berkrepribadian tidak lurus tentu ia igin berkuasa seperti
dia. Walaupun disaat yang sama dalam
kaca mata logika agama selalu ada orang
yang derajatnya lebih tinggi daripada
yang lain sebagaimana sudah dijelaskan.
Ibarat tubuh yang tidak sempurna tanpa sebuah
kepala. Allah berfirman,
uqèdur Ï%©!$# öNà6n=yèy_ y#Í´¯»n=yz ÇÚöF{$# yìsùuur öNä3Ò÷èt/ s-öqsù <Ù÷èt/ ;M»y_uy öNä.uqè=ö7uÏj9 Îû !$tB ö/ä38s?#uä 3
¨bÎ) y7/u ßìÎ| É>$s)Ïèø9$# ¼çm¯RÎ)ur Öqàÿtós9 7LìÏm§ ÇÊÏÎÈ
“Dan Dia lah
yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian
kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa
yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. (QS.
Al-An’am : 165)
óOèdr& tbqßJÅ¡ø)t |MuH÷qu y7În/u 4
ß`øtwU $oYôJ|¡s% NæhuZ÷t/ öNåktJt±Ïè¨B Îû Ío4quysø9$# $u÷R9$# 4
$uZ÷èsùuur öNåk|Õ÷èt/ s-öqsù <Ù÷èt/ ;M»y_uy xÏGuÏj9 NåkÝÕ÷èt/ $VÒ÷èt/ $wÌ÷ß 3
àMuH÷quur y7În/u ×öyz $£JÏiB tbqãèyJøgs ÇÌËÈ
“ Apakah
mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka
penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian
mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat
mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang
mereka kumpulkan”. (QS. Az-Zukhruf : 32).
# Disarikan Dari Kajian Kitab Siasah
Syariyyah Ibnu Taimiyyah_ Bareng :
Syekh
DR. Jeje Zaenudin, M.Ag_(WAKETUM PERSIS & Pengasuh An-Nahala Research Forum)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar