Jumat, 18 Desember 2020

BERNADZAR KEPADA SELAIN ALLAH

 

Oleh : Misbahudin

 

 

Nadzar adalah seperti sebuah itikad atau janji  yang akan dilakukan jika telah mencapai sesuatu yang diinginkan.  Nadzar adalah hutang yg harus dibayar, jika tidak bisa dibayar di dunia maka akab di bayar di akhirat dengan amalan kita. Lalu bagaimanakah nadzar dengan sesuatu yang melanggar syariat?, haruskah ditunaikan? Ataukah harus membatalkan nadzar tersebut?. Firman Allah Subhanahu wata’ala :

 

يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا

 

 

_“Mereka menepati nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” _(QS. Al Insan, 7).

 

 

وما أنفقتم من نفقة أو نذرتم من نذر فإن الله يعلمه

 

 

_“Dan apapun yang kalian nafkahkan, dan apapun yang kalian nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”_ (QS. Al Baqarah, 270).

 

 

Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

 

من نذر أن يطيع الله فليطعه، ومن نذر أن يعصي الله فلا يعصه

 

 

_“Siapa yang bernadzar untuk mentaati Allah, maka ia wajib mentaatinya, dan barang siapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah maka ia tidak boleh bermaksiat kepadaNya (dengan melaksanakan nadzarnya itu).”_

 

Sabda Nabi Shallallāhu ' 'alayhi wasallam:

 

ﻣَﻦْ ﻧَﺬَﺭَ ﺃَﻥْ ﻳُﻄِﻴﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﻠْﻴُﻄِﻌْﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻧَﺬَﺭَ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﺼِﻴَﻪُ ﻓَﻼَ ﻳَﻌْﺼِﻪِ

 

’’Barangsiapa yang bernadzar untuk menta'ati Allāh Subhānahu wa Ta'āla maka hendaknya menta'atinya dan barang siapa yang bernadzar untuk memaksiati Allāh maka janganlah dia memaksiatiNya".

(HR. Al-Bukhāri)

 

 

Bernadzar untuk selain Allāh adalah termasuk syirik besar yang mengeluarkan seseorang dari Islam, seperti seseorang bernadzar apabila seseorang sembuh dari penyakit maka akan menyembelih untuk arwah nenek moyang  atau berpuasa untuk untuk para penunggu tempat kramat.

 

 

Sumber Inpirasi

Syekh Shoih Ibnu Fauzan Ibnu Abdullah Al-Fauzan dalam kitabnya “Mulakhos fi Syarah Kitab At-Tauhid”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar