Oleh
: Misbahudin
Ilmu
bagi orang yang sadar layaknya seperti makanan yang sangat dibutuhkan oleh
jasad untuk bergerak, maka kedudukan ilmu lebih sangat dibutuhkan untuk
kehidupan kita, terutama ilmu yang berkaitan dengan tatacara beribadah kepada
Allah yang benar.
Menjadikan
keinginan kita sesuai dengan keinginan Allah tentu tidaklah gampang, hal tangga
pertama untuk mengetahui Apa yang Allahh inginkan adalah dengan ilmu. Sungguh
logika yang sesat, ketika mengaku cinta kepada Allah, tetapi enggan metadaburi
Al-Qur’an, enggan jiwa ini untuk tergerak belajar dan belajar untuk mencapai
sebuah titik pencerahan dari-Nya.
Termasuk
dalam hal penyebelihan binatang, haruslah ditujukan karena Allah dan untuk
Allah, jika tujuan penyembelihan itu ditujukan untuk selain Allah maka hal
tersebut merupakan sebuah kesyirikan yang nyata yang Dia murkai. Dari mana kita
tahu?, sekali kita kembai kepada sumber kebenaran ajaran Islam yaitu Al-Qur’an
dan As-sunnah.
Allah
berfirman
قل إن صلاتي ونسكي ومحياي
ومماتى لله رب العالمين * لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين
Katakanlah,
bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku, dan matiku hanya
semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, demikian
itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama
menyerahkan diri (kepada Allah) [ Surat Al- An’am, 162-163].
Allah
memerintahkan kepada nabi-Nya untuk berkata kepada mereka orang-orang musyrik
yang beribadah kepada selain Allah dan menyembelih kepada selain-Nya:
sesungguhnya aku hanya mengikhlaskan shalatku karena Allah, penyembelihanku,
hidup matiku di atas keimanan dan amal shalih, aku hanya memalingkan semua itu
kepada Allah saja tidak aku seketukan kepada seorangpun, sebalik apa yang
kalian lakukan dari kesyirikan kepada-Nya.
Hadits
Ali bin Abi Tholib – semoga Allah meridhoinya- ia berkata: bahwa Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bersabda kepada saya tentang empat perkara:
لعن الله من ذبح لغير الله،
ولعن الله من لعن والديه، ولعن الله من آوى محدثا، ولعن الله من غير منار الأرض
Allah
melaknat orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah, Allah melaknat
orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang melindungi
orang yang mengada-ada dalam agama, Allah melaknat orang yang merubah tanda
batas tanah [HR, Muslim].
Dalam
hadits ini; Nabi shalallahu alaihi wasallam mewanti-wanti terhadap umatnya dari
empat macam kedurhakaan, lalu beliau mengabarkan bahwa Allah ta’ala menjauhkan
rahmat-Nya kepada siapa saja yang melakukan salah satu dari empat kedurhakaan
tersebut.
Hadist
Thoriq bin Syihab -semoga Allah meridhainya- ia berkata bahwa Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bersabda:
دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل
النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله؟ قال مر رجلان على قوم لهم صنم
لا يجاوزه أحد حتى يقرب له شيئا. قالوا لأحدهما: قرب. قال ليس عندي شيئ أقرب.
قالوا: قرب ولو ذبابا. فقرب ذبابا فدخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر: قرب.
قال: ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله عز وجل فضربوا عنقه فدخل الجنة.
Ada
seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka
karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya: bagaimana itu bisa terjadi ya
Rasulullah, Rasul menjawab: ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang
yang memiliki berhala, yang tidak boleh seorangpun mendekatinya kecuali dengan
mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata
kepada salah satu diantara kedua orang tadi: persembahkanlah sesuatu untuknya,
ia menjawab: saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya,
mereka berkata lagi: persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat, maka
iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk
meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka, kemudian mereka
berkata lagi pada seseorang yang lain: persembahkanlah untuknya sesuatu, ia
menjawab: aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah,
maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga [HR, Ahmad].
Butiran
mutiara hadist dan ayat
1.
Bahwa penyembelihan
bukan karena Allah adalah sangat di haramkan dan kesyirikan yang pertamakali
disebut dalam dosa besar .
2.
Pengharaman menolong
orang-orang yang durhaka dan melindungi mereka dari diterapkannya had syar’i
terhadap mereka , begitupula pengharaman ridho terhadap kebidahan.
3.
Bolehnya melaknat
macam-macam kedurhakaan dalam rangka mencegah dari kemaksiatan.
4.
Bahwa ibadah itu
tauqiifiyyah – menunggu perintah yang mensyariatkan – karena firman Allah
“Demikian itulah yang diperintahkan kepadaku”.
5.
Penjelasan bahaya
syirik walaupun dengan sesuatu yang kecil.
6.
Bahwa syirik
memestikan masuk neraka, dan bahwa tauhid memestikan masuk surga.
7.
Bahwa manusia
kadangkala terjerumus ke dalam dosa syirik, dan ia tidak tahu bahwasanya hal
itu kesyirikan yang memestikan masuk neraka.
8.
Waspada dari
perbuatan dosa, walaupun menurut perkiraan adalah remeh.
9.
Bahwa seorang muslim
apabila melakukan kesyirikan pasti batal keislamannya dan pasti masuk neraka;
karena laki-laki ini adalah muslim dan jika bukan seorang muslim tentu Rasul
tidak mengatakan: masuk neraka karena seekor lalat.
10.
Bahwa yang dianggap
itu adalah amalan hati, walaupun perbuatan yang dilakukan anggota badan kecil
dan sedikit.
11.
Keutamaan tauhid dan
buahnya yang agung.
12.
Keutamaan kesabaran
dalam kebenaran.
Sumber
Inpirasi
Syekh
Shoih Ibnu Fauzan Ibnu Abdullah Al-Fauzan dalam kitabnya “Mulakhos fi Syarah
Kitab At-Tauhid”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar