Jumat, 18 Desember 2020

MENYEMBELIH UNTUK SELAIN ALLAH

Oleh : Misbahudin

 

Ilmu bagi orang yang sadar layaknya seperti makanan yang sangat dibutuhkan oleh jasad untuk bergerak, maka kedudukan ilmu lebih sangat dibutuhkan untuk kehidupan kita, terutama ilmu yang berkaitan dengan tatacara beribadah kepada Allah yang benar.

 

Menjadikan keinginan kita sesuai dengan keinginan Allah tentu tidaklah gampang, hal tangga pertama untuk mengetahui Apa yang Allahh inginkan adalah dengan ilmu. Sungguh logika yang sesat, ketika mengaku cinta kepada Allah, tetapi enggan metadaburi Al-Qur’an, enggan jiwa ini untuk tergerak belajar dan belajar untuk mencapai sebuah titik pencerahan dari-Nya.

 

Termasuk dalam hal penyebelihan binatang, haruslah ditujukan karena Allah dan untuk Allah, jika tujuan penyembelihan itu ditujukan untuk selain Allah maka hal tersebut merupakan sebuah kesyirikan yang nyata yang Dia murkai. Dari mana kita tahu?, sekali kita kembai kepada sumber kebenaran ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah.

 

Allah berfirman

 

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتى لله رب العالمين * لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين

 

Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) [ Surat Al- An’am, 162-163].

 

Allah memerintahkan kepada nabi-Nya untuk berkata kepada mereka orang-orang musyrik yang beribadah kepada selain Allah dan menyembelih kepada selain-Nya: sesungguhnya aku hanya mengikhlaskan shalatku karena Allah, penyembelihanku, hidup matiku di atas keimanan dan amal shalih, aku hanya memalingkan semua itu kepada Allah saja tidak aku seketukan kepada seorangpun, sebalik apa yang kalian lakukan dari kesyirikan kepada-Nya.

 

Hadits Ali bin Abi Tholib – semoga Allah meridhoinya- ia berkata: bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda kepada saya tentang empat perkara:

 

لعن الله من ذبح لغير الله، ولعن الله من لعن والديه، ولعن الله من آوى محدثا، ولعن الله من غير منار الأرض

 

Allah melaknat orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang melindungi orang yang mengada-ada dalam agama, Allah melaknat orang yang merubah tanda batas tanah [HR, Muslim].

 

Dalam hadits ini; Nabi shalallahu alaihi wasallam mewanti-wanti terhadap umatnya dari empat macam kedurhakaan, lalu beliau mengabarkan bahwa Allah ta’ala menjauhkan rahmat-Nya kepada siapa saja yang melakukan salah satu dari empat kedurhakaan tersebut.

 

Hadist Thoriq bin Syihab -semoga Allah meridhainya- ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

 

دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله؟ قال مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجاوزه أحد حتى يقرب له شيئا. قالوا لأحدهما: قرب. قال ليس عندي شيئ أقرب. قالوا: قرب ولو ذبابا. فقرب ذبابا فدخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر: قرب. قال: ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله عز وجل فضربوا عنقه فدخل الجنة.

 

Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya: bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah, Rasul menjawab: ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang tidak boleh seorangpun mendekatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi: persembahkanlah sesuatu untuknya, ia menjawab: saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya, mereka berkata lagi: persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka, kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain: persembahkanlah untuknya sesuatu, ia menjawab: aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga [HR, Ahmad].

 

Butiran mutiara hadist dan ayat

 

1.       Bahwa penyembelihan bukan karena Allah adalah sangat di haramkan dan kesyirikan yang pertamakali disebut dalam dosa besar .

 

2.       Pengharaman menolong orang-orang yang durhaka dan melindungi mereka dari diterapkannya had syar’i terhadap mereka , begitupula pengharaman ridho terhadap kebidahan.

 

 

3.      Bolehnya melaknat macam-macam kedurhakaan dalam rangka mencegah dari kemaksiatan.

 

4.      Bahwa ibadah itu tauqiifiyyah – menunggu perintah yang mensyariatkan – karena firman Allah “Demikian itulah yang diperintahkan kepadaku”.

 

 

5.      Penjelasan bahaya syirik walaupun dengan sesuatu yang kecil.

 

6.      Bahwa syirik memestikan masuk neraka, dan bahwa tauhid memestikan masuk surga.

 

 

7.      Bahwa manusia kadangkala terjerumus ke dalam dosa syirik, dan ia tidak tahu bahwasanya hal itu kesyirikan yang memestikan masuk neraka.

 

 

8.      Waspada dari perbuatan dosa, walaupun menurut perkiraan adalah remeh.

 

 

9.      Bahwa seorang muslim apabila melakukan kesyirikan pasti batal keislamannya dan pasti masuk neraka; karena laki-laki ini adalah muslim dan jika bukan seorang muslim tentu Rasul tidak mengatakan: masuk neraka karena seekor lalat.

 

10.   Bahwa yang dianggap itu adalah amalan hati, walaupun perbuatan yang dilakukan anggota badan kecil dan sedikit.

 

 

11.     Keutamaan tauhid dan buahnya yang agung.

 

12.    Keutamaan kesabaran dalam kebenaran.

 

Sumber Inpirasi

Syekh Shoih Ibnu Fauzan Ibnu Abdullah Al-Fauzan dalam kitabnya “Mulakhos fi Syarah Kitab At-Tauhid”.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar